Archive for the ‘Humor Sufi’ Category

Keberhasilan Terhebat

Posted by redaksi On 18 March 2014 one Commented

TweetSalah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, “Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?” “Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasruddin. “Apa itu?” “Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.” [...]

Teori Kebutuhan

Posted by redaksi On 2 March 2014 4 Commented

TweetNasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …” Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.” Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat [...]

Sama Rata Sama Rasa

Posted by redaksi On 20 February 2014 No Commented

TweetSeorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.” “Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik. “Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof. “Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.” “Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana [...]

Perusuh Rakyat

Posted by redaksi On 19 February 2014 one Commented

TweetKebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah. “Menjauhlah engkau, hai mullah!” teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya] “Mengapa ?” tanya Nasrudin. “Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini [...]

Jatuhnya Jubah

Posted by redaksi On 14 February 2014 No Commented

TweetNasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. “Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !” katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti. Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu, [...]

Relativitas Keju

Posted by redaksi On 11 February 2014 one Commented

TweetSetelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira, “Aku punya sepotong keju untukmu,” kata istrinya. “Alhamdulillah,” puji Nasrudin, “Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut.” Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga. “Adakah keju untukku ?” tanya Nasrudin. “Tidak ada lagi,” kata istrinya. [...]

Satu-Satunya Baju

Posted by redaksi On 5 February 2014 3 Commented

TweetNasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh, “Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan.” Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. [...]

Manipulasi Deskripsi

Posted by redaksi On 1 February 2014 No Commented

TweetNasrudin kehilangan sorban barunya yang bagus dan mahal. Tidak lama kemudian, Nasrudin tampak menyusun maklumat yang menawarkan setengah keping uang perak bagi yang menemukan dan mengembalikan sorbannya. Seseorang protes, “Tapi penemunya tentu tidak akan mengembalikan sorbanmu. Hadiahnya tidak sebanding dengan harga sorban itu.” “Nah,” kata Nasrudin, “Kalau begitu aku tambahkan bahwa sorban itu sudah tua, [...]

Terburu-buru

Posted by redaksi On 15 January 2014 No Commented

TweetKeledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan. Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia. Kuda itu lari lebih kencang lagi. Beberapa teman Nasrudin sedang bekerja di ladang ketika melihat [...]

Bahasa Kurdi

Posted by redaksi On 14 January 2014 one Commented

TweetTetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia. “Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash.” “Bagaimana dengan sop dingin ?” “Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan [...]

Menjual Tangga

Posted by redaksi On 11 December 2013 No Commented

TweetNasrudin mengambil tangganya dan menggunakannya untuk naik ke pohon tetangganya. Tetapi sang tetangga memergokinya. “Sedang apa kau, Nasrudin ?” Nasrudin berimprovisasi, “Aku … punya sebuah tangga yang bagus, dan sedang aku jual.” “Dasar bodoh. Pohon itu bukan tempat menjual tangga!” kata sang tetangga, marah. Nasrudin bergaya filosof. “Tangga, bisa dijual di mana saja.” Incoming search [...]

Psychology

Posted by redaksi On 26 November 2013 No Commented

Tweet Mulla Nasrudin went to see a psychiatrist. He said: ‘My trouble is that I can’t remember anything.’ ‘When did this start?’ asked the doctor. ‘When did what start?’ said Nasrudin. Incoming search terms:humor sufi kisah teladannazarudin hikmah humor Tweet

Gossip

Posted by redaksi On 28 October 2013 No Commented

Tweet A man said to Nasrudin, ‘Mulla, your wife is a terrible gossip. She visits everyone in town and gossips all the time.’ ‘I don’t believe that — otherwise she would surely have dropped in on me from time to time and gossiped — and she has never done that!’ Incoming search terms:cerpen kisa teladanhomor [...]

Itik Berkaki Satu

Posted by redaksi On 23 October 2013 5 Commented

TweetSekali lagi Nasrudin diundang Timur Lenk. Nasrudin ingin membawa buah tangan berupa itik panggang. Sayang sekali, itik itu telah dimakan Nasrudin sebuah kakinya pagi itu. Setelah berpikir-pikir, akhirnya Nasrudin membawa juga itik panggang berkaki satu itu menghadap Timur Lenk. Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nasrudin, “Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, [...]

Next