Archive for the ‘Humor Sufi’ Category

Bahasa Kurdi

Posted by redaksi On 21 July 2014 one Commented

TweetTetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia. “Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash.” “Bagaimana dengan sop dingin ?” “Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan [...]

Gossip

Posted by redaksi On 6 July 2014 No Commented

Tweet A man said to Nasrudin, ‘Mulla, your wife is a terrible gossip. She visits everyone in town and gossips all the time.’ ‘I don’t believe that — otherwise she would surely have dropped in on me from time to time and gossiped — and she has never done that!’ Incoming search terms:humor sufi comkisah [...]

Pelayan Raja

Posted by redaksi On 14 June 2014 No Commented

TweetNasrudin menjadi orang penting di istana, dan bersibuk mengatur urusan di dalam istana. Suatu hari raja merasa lapar. Beberapa koki menyajikan hidangan yang enak sekali. “Tidakkah ini sayuran terbaik di dunia, Mullah ?” tanya raja kepada Nasrudin. “Teramat baik, Tuanku.” Maka raja meminta dimasakkan sayuran itu setiap saat. Lima hari kemudian, ketika koki untuk yang [...]

Psychology

Posted by redaksi On 5 June 2014 No Commented

Tweet Mulla Nasrudin went to see a psychiatrist. He said: ‘My trouble is that I can’t remember anything.’ ‘When did this start?’ asked the doctor. ‘When did what start?’ said Nasrudin. Incoming search terms:kisah teladan dan humor sufikisah sufi islam Tweet

Gelar Timur Lenk

Posted by redaksi On 4 June 2014 5 Commented

TweetTimur Lenk mulai mempercayai Nasrudin, dan kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya. “Nasrudin,” katanya suatu hari, “Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil ‘Alallah, Al-Mu’tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku ?” Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, [...]

Bahasa Burung

Posted by redaksi On 29 May 2014 No Commented

TweetDalam pengembaraannya, Nasrudin singgah di ibukota. Di sana langsung timbul kabar burung bahwa Nasrudin telah menguasai bahasa burung-burung. Raja sendiri akhirnya mendengar kabar itu. Maka dipanggillah Nasrudin ke istana. Saat itu kebetulan ada seekor burung hantu yang sering berteriak di dekat istana. Bertanyalah raja pada Nasrudin, “Coba katakan, apa yang diucapkan burung hantu itu!” “Ia [...]

Yang Benar-Benar Benar

Posted by redaksi On 12 May 2014 one Commented

TweetNasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar: “Aku rasa engkau benar.” Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara [...]

Keberhasilan Terhebat

Posted by redaksi On 18 March 2014 one Commented

TweetSalah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, “Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?” “Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasruddin. “Apa itu?” “Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.” [...]

Teori Kebutuhan

Posted by redaksi On 2 March 2014 4 Commented

TweetNasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …” Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.” Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat [...]

Sama Rata Sama Rasa

Posted by redaksi On 20 February 2014 No Commented

TweetSeorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.” “Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik. “Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof. “Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.” “Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana [...]

Perusuh Rakyat

Posted by redaksi On 19 February 2014 one Commented

TweetKebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah. “Menjauhlah engkau, hai mullah!” teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya] “Mengapa ?” tanya Nasrudin. “Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini [...]

Jatuhnya Jubah

Posted by redaksi On 14 February 2014 No Commented

TweetNasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. “Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !” katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti. Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu, [...]

Relativitas Keju

Posted by redaksi On 11 February 2014 one Commented

TweetSetelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira, “Aku punya sepotong keju untukmu,” kata istrinya. “Alhamdulillah,” puji Nasrudin, “Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut.” Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga. “Adakah keju untukku ?” tanya Nasrudin. “Tidak ada lagi,” kata istrinya. [...]

Satu-Satunya Baju

Posted by redaksi On 5 February 2014 3 Commented

TweetNasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh, “Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan.” Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. [...]

Next