Teori Kebutuhan

Posted by redaksi On 18 June 2007 4 Commented

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,

“Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …”

Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?”

Nasrudin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.”

Hakim membalas sinis, “Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nasrudin menutup, “Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya.”

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms:

4 Responses to “Teori Kebutuhan”

  1. nurhwahid says:

    para tokoh agama kita semoga membaca dan memahami kisah ini,…

  2. harisman says:

    subhanallah jawabannya hmmm

  3. Hamdan says:

    untuk menjadi sesuatu yang terbaik kita harus dapat menguasai berbagai hal dalam kisah ini sangat menarik untuk dijadikan pelajaran dalam rangka memenuhi kebutuhan yang menjadi kendala bagi kita pribadi

  4. ilmu yg diperoleh lewat Hidayah dari Allah Subhanahu Wa Taala

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word