Menjual Tangga

Nasrudin mengambil tangganya dan menggunakannya untuk naik ke pohon tetangganya. Tetapi sang tetangga memergokinya. "Sedang apa kau, Nasrudin ?" Nasrudin berimprovisasi, "Aku ... punya sebuah tangga yang bagus, dan sedang aku jual." "Dasar bodoh. Pohon itu bukan tempat menjual tangga!" kata sang tetangga, marah. Nasrudin bergaya filosof. "Tangga, bisa dijual di mana saja."
Post on 11th of December 2013Keep Reading...

Saudara Wanita Imam al-Muzanniy

Beliau adalah saudara wanita dari al-Muzanniy, sahabat Imam asy-Syafi'iy. Namanya anonim alias tidak dikenal. Nampaknya beliau juga pernah menghadiri majlis pengajian yang diadakan oleh Imam asy-Syafi'iy dan kajian-kajian fiqihnya.
Post on 29th of November 2013Keep Reading...

Shaykh ‘Abdullaah Ibn Muhammad Ibn Humayd

He was born in the city of Riyadh in Ramadhaan in the year 1329 A.H./1908 C.E. Losing his sight in his infancy, he was nonetheless brought up with good manners. He memorised the Qur.aan by heart whilst he was young whilst also actively and patiently seeking knowledge. He studied with the shaykhs of Riyadh and those who ...
Post on 27th of November 2013Keep Reading...

Psychology

Mulla Nasrudin went to see a psychiatrist. He said: 'My trouble is that I can't remember anything.' 'When did this start?' asked the doctor. 'When did what start?' said Nasrudin.
Post on 26th of November 2013Keep Reading...

2. Peristiwa di dalam Metro

Usai shalat, aku menyalami Syaikh Ahmad. Nama lengkapnya Syaikh Ahmad Taqiyyuddin Abdul Majid. Imam muda yang selama ini sangat dekat denganku. Beliau tidak pernah menyembunyikan senyumnya setiap kali berjumpa denganku. Beliau masih muda, umurnya baru tiga puluh satu, dan baru setengah tahun yang lalu ia meraih Magister ...
Post on 24th of November 2013Keep Reading...

Shaykh ‘Abdullaah Ibn ‘Abdur-Rahmaan Aal Ghudayyaan

He was born in 1345 A.H./1934 C.E. in the city of az-Zulfee. He studied the basics of reading and writing, when young, with 'Abdullaah Ibn 'Abdul-'Azeez as-Suhaymee, and 'Abdullaah Ibn 'Abdur-Rahmaan al-Ghayth, and Faalih ar-Roomee. He also studied the basics of fiqh, tawheed, Arabic grammar and faraa.id with Hamdaan Ibn Ahmad al-Baatil. He then travelled to ...
Post on 23rd of November 2013Keep Reading...

Gossip

A man said to Nasrudin, 'Mulla, your wife is a terrible gossip. She visits everyone in town and gossips all the time.' 'I don't believe that -- otherwise she would surely have dropped in on me from time to time and gossiped -- and she has never done that!'
Post on 28th of October 2013Keep Reading...

Itik Berkaki Satu

Sekali lagi Nasrudin diundang Timur Lenk. Nasrudin ingin membawa buah tangan berupa itik panggang. Sayang sekali, itik itu telah dimakan Nasrudin sebuah kakinya pagi itu. Setelah berpikir-pikir, akhirnya Nasrudin membawa juga itik panggang berkaki satu itu menghadap Timur Lenk. Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nasrudin, "Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, Mullah ...
Post on 23rd of October 2013Keep Reading...

Shaykh ‘Abdul-Muhsin Ibn Hamad al-’Abbaad

I am the one in need of Allah, 'Abdul-Muhsin ibn Hamad ibn 'Abdul-Muhsin ibn 'Abdullaah ibn Hamad ibn 'Uthmaan Aal-Badar; and the family of Aal-Badar is from Aal-Jalaas from the tribe of 'Unzah which is one of the tribes of al-'Adnaaniyyah and my great-grandfather 'Abdullaah added the name 'Abbaad and some of his children later ...
Post on 15th of October 2013Keep Reading...

Membalik Logika

Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya. Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya ...
Post on 13th of October 2013Keep Reading...

Imran Bin Hushain

Di tahun perang Khaibarlah ia datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bai'at.Dan semenjak ia menaruh tangan kanannya di tangan kanan Rasul, maka tangan kanannya itu beroleh penghormatan besar, hingga bersumpahlah ia pada dirinya tidak akan menggunakannya kecuali untuk perbuatan utama dan mulia. Pertanda ini merupakan suatu bukti jelas bahwa pemiliknya mempunyai perasaan yang amat ...
Post on 2nd of October 2013Keep Reading...

3. Keributan Tengah Malam

Aku sampai di flat jam lima lebih seperempat. Siang yang melelahkan. Ubun-ubun kepalaku rasanya mendidih. Cuaca benar-benar panas. Yang berangkat talaqqi pada Syaikh Utsman hanya tiga orang. Aku, Mahmoud dan Hisyam. Syaikh Utsman jangan ditanya. Disiplin beliau luar ...
Post on 22nd of September 2013Keep Reading...

Jatuh ke Kolam

Nasrudin hampir terjatuh ke kolam. Tapi orang yang tidak terlalu dikenal berada di dekatnya, dan kemudian menolongnya pada saat yang tepat. Namun setelah itu, setiap kali bertemu Nasrudin orang itu selalu membicarakan peristiwa itu, dan membuat Nasrudin berterima kasih berulang-ulang. Suatu hari, untuk yang kesekian kalinya, orang itu menyinggung peristiwa itu lagi. Nasrudin mengajaknya ke lokasi, ...
Post on 31st of August 2013Keep Reading...

23. Dalam Penjara Bawah Tanah

Aku dibawa ke markas polisi Abbasea. Diseret seperti anjing kurap. Lalu diinterogasi habis-habisan, dibentak-bentak, dimaki-maki dan disumpahserapahi dengan kata-kata kotor. Dianggap tak ubahnya makhluk najis yang menjijikkan. Tuduhan yang dialamatkan kepadaku sangat menyakitkan: memperkosa seorang gadis Mesir hingga hamil hampir tiga bulan.
Post on 24th of August 2013Keep Reading...
Next
Previous Post