<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sayyid Ja&#8217;far Al Barzanji &#8211; Mufti Madinah (1126 &#8211; 1184 H)</title>
	<atom:link href="http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html</link>
	<description>kisah nabi, rosul, sahabat, imam dan orang sholeh</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:35:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Mustafa Adnani</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-945</link>
		<dc:creator>Mustafa Adnani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 01:18:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-945</guid>
		<description>Ass.Ketidak-akuratan informsi sudah biasa terjadi. Atau boleh jadi dari pihak kita (pembaca) yg salah tangkap thdp maksudnya. Dalam hal ini, karya tulis yg sangat populer ini, disusun oleh Syaikh Al Barzanji. Dari informasi lainnya disebutkan bahwa penulisan karya sastra ini terkait dengan Perang Salib (1096-1291),yg pada waktu Salahuddin Yusuf Al Ayubi menguasai Mesir (1174-1193M) berusaha meningkatkan semangat perjuangan Islam. Tergagas oleh kegiatan kaum Nasrani yg senantiasa merayakan hari Natal, maka sang ponakannya, Muzaffaruddin Gekburi, menyarakan kpd pamannya (Salahuddin) untuk melakukan hal yang serupa, yakni memperingati  kelahiran Rasulullah SAW.Pd thn 579H atau 1183M, Salahuddin minta persetujuan Khalifah An Nashiir di Baghdad. Singktkata khalifah setuju. Maka sejak tahun 580H atau 1184M, setiap tgl 12 Rabiul Awal dirayakanlah maulid Nabi dgn mambaca karya tulis, di antaranya karya tulis Al Barzanji tadi(dlm kitab Maulid sekarang ini, juga ada kitab Syariful Anam, Al Burdah dan karya Tulis Syaikh Ad Diiba&#039;i),  dimana dlm upaya meningkatkan semangat Islam ini, Salahuddin mengadakan sayembara karya tulis (sastra) dan hasil karya tulis syaikh Al Barzanjilah yg keluar sebagai pemenang. Namun di sela-sela kisah yg sangat rasional ini, ada sestu kejanggalan. Bila Syaikh Al Barzanji itu dilahirkan pada tahun 1126H dan wafat thn 1177H, berarti bila mengikuti kalender Masehi akan jatuh, sekitar 1759M tahun lahirnya dan tahun wafatnya 1810M, sedangkan Perang Salib berlangsung dari tahun 1096M hingga tahun 1291M. Atau boleh jadi penulis sejarah sala meletakkan tahun, semestinya ditulis H (Hijriah)namun ditulis M (Masehi)?. Itupun tidak cocok. Bagi para pemalas mencari kebenaran akan mengatkan: &quot;Untuk apa kutak-kutik/mencari hal-hal yg tidak bermanfaat&quot; atau &quot;Itu kan sudah kehendak Tuhan&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Ketidak-akuratan informsi sudah biasa terjadi. Atau boleh jadi dari pihak kita (pembaca) yg salah tangkap thdp maksudnya. Dalam hal ini, karya tulis yg sangat populer ini, disusun oleh Syaikh Al Barzanji. Dari informasi lainnya disebutkan bahwa penulisan karya sastra ini terkait dengan Perang Salib (1096-1291),yg pada waktu Salahuddin Yusuf Al Ayubi menguasai Mesir (1174-1193M) berusaha meningkatkan semangat perjuangan Islam. Tergagas oleh kegiatan kaum Nasrani yg senantiasa merayakan hari Natal, maka sang ponakannya, Muzaffaruddin Gekburi, menyarakan kpd pamannya (Salahuddin) untuk melakukan hal yang serupa, yakni memperingati  kelahiran Rasulullah SAW.Pd thn 579H atau 1183M, Salahuddin minta persetujuan Khalifah An Nashiir di Baghdad. Singktkata khalifah setuju. Maka sejak tahun 580H atau 1184M, setiap tgl 12 Rabiul Awal dirayakanlah maulid Nabi dgn mambaca karya tulis, di antaranya karya tulis Al Barzanji tadi(dlm kitab Maulid sekarang ini, juga ada kitab Syariful Anam, Al Burdah dan karya Tulis Syaikh Ad Diiba&#8217;i),  dimana dlm upaya meningkatkan semangat Islam ini, Salahuddin mengadakan sayembara karya tulis (sastra) dan hasil karya tulis syaikh Al Barzanjilah yg keluar sebagai pemenang. Namun di sela-sela kisah yg sangat rasional ini, ada sestu kejanggalan. Bila Syaikh Al Barzanji itu dilahirkan pada tahun 1126H dan wafat thn 1177H, berarti bila mengikuti kalender Masehi akan jatuh, sekitar 1759M tahun lahirnya dan tahun wafatnya 1810M, sedangkan Perang Salib berlangsung dari tahun 1096M hingga tahun 1291M. Atau boleh jadi penulis sejarah sala meletakkan tahun, semestinya ditulis H (Hijriah)namun ditulis M (Masehi)?. Itupun tidak cocok. Bagi para pemalas mencari kebenaran akan mengatkan: &#8220;Untuk apa kutak-kutik/mencari hal-hal yg tidak bermanfaat&#8221; atau &#8220;Itu kan sudah kehendak Tuhan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mustafa Adnani</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-944</link>
		<dc:creator>Mustafa Adnani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 16:54:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-944</guid>
		<description>To : Siti Makiyah, entry on Tuesday, 18 January 2011 @10.0pm.
Ass.Ane gak tahu umur anti berapa tahun, yg jelas kalau Anti mau tahu, sejauhmana kemahiran saja baca Syariful Anaam, Burdah, Barjanzi Natsar Al Barzanji Nadhom, Ad Diiba&#039;i, Insya Allah gak memalukan, karena sejak kecil (umur 10 tahun/th 1955)biasa menghufadznya. Keinginan mendapat lebih, dalam hal ilmu (sebagaimana keinginan mendapat lebih ihwal dunia) akan mengangkat diri kita kepada luasnya wawasan atau cara pandang. Bila ane ditanya tentang apa yg telah ana kerjakan, satu di antara nya apa yg Anti istilahka NGADUK-NGADUK, yg hemar Ane sebagai metoda pencerahan befikir, seperti apa sejarah itu berjalan sehingga sampai kini faham/ilmu itu menjadi anutan kita. Hasil lainnya (yg jarang dikerjakan orang lain), tidak kurang dri 5 orang asing (Canada, Amerika dan Turki), ane Islamkan/bersertifikat dan menikahkan mereka dgn Muslimah Indonesia.  Atau boleh jadi ane yg salah pasang, memberikan pelajaran tentang dalil pythagoras atau logaritma kepada anak TK., Sorry for the incovience caused.Wass.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To : Siti Makiyah, entry on Tuesday, 18 January 2011 @10.0pm.<br />
Ass.Ane gak tahu umur anti berapa tahun, yg jelas kalau Anti mau tahu, sejauhmana kemahiran saja baca Syariful Anaam, Burdah, Barjanzi Natsar Al Barzanji Nadhom, Ad Diiba&#8217;i, Insya Allah gak memalukan, karena sejak kecil (umur 10 tahun/th 1955)biasa menghufadznya. Keinginan mendapat lebih, dalam hal ilmu (sebagaimana keinginan mendapat lebih ihwal dunia) akan mengangkat diri kita kepada luasnya wawasan atau cara pandang. Bila ane ditanya tentang apa yg telah ana kerjakan, satu di antara nya apa yg Anti istilahka NGADUK-NGADUK, yg hemar Ane sebagai metoda pencerahan befikir, seperti apa sejarah itu berjalan sehingga sampai kini faham/ilmu itu menjadi anutan kita. Hasil lainnya (yg jarang dikerjakan orang lain), tidak kurang dri 5 orang asing (Canada, Amerika dan Turki), ane Islamkan/bersertifikat dan menikahkan mereka dgn Muslimah Indonesia.  Atau boleh jadi ane yg salah pasang, memberikan pelajaran tentang dalil pythagoras atau logaritma kepada anak TK., Sorry for the incovience caused.Wass.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siti Makiyah</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-906</link>
		<dc:creator>Siti Makiyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 15:08:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-906</guid>
		<description>Ass. Sediiiiih banget! Katanya harus saling menghargai, tidak boleh berburuk sangka, tapi komentnya ga ada indikasi ke sono. Mungkin agama lain sudah membahas apaaaa gitu buat kemajuan agamanya, negaranya, kita masih berkutat dengan..............., apa orang islam itu banyak nganggurnya ya?! Sebenarnya sudah berbuat apa kita buat agama kita. Apakah kita sudah meng-islamkan 1 (satu) saja non muslim? Atau apakah karena kita sangat TIDAK BERDAYA sehingga lebih asyik ngaduk-ngaduk sesama muslim saja? Wass</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Sediiiiih banget! Katanya harus saling menghargai, tidak boleh berburuk sangka, tapi komentnya ga ada indikasi ke sono. Mungkin agama lain sudah membahas apaaaa gitu buat kemajuan agamanya, negaranya, kita masih berkutat dengan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, apa orang islam itu banyak nganggurnya ya?! Sebenarnya sudah berbuat apa kita buat agama kita. Apakah kita sudah meng-islamkan 1 (satu) saja non muslim? Atau apakah karena kita sangat TIDAK BERDAYA sehingga lebih asyik ngaduk-ngaduk sesama muslim saja? Wass</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mustafa Adnani</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-897</link>
		<dc:creator>Mustafa Adnani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 02:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-897</guid>
		<description>To : Laila, posted on 30August2010 @2:30 pm.
Ass. Agama dg perkembangannya telah bergulir laksana gelindingan bola salju. Membesar dan membesar. Bila Al Quran sebagai panduan Rasulullah serta para sahabat pada zamannya, hanya berpegang kpd wahyu (pd waktu itu belum ada mush-haf), maka pada zaman berikutnya, tatanan agama bergulir terus seiring dgn kebutuhan. Dari situlah gelindingan mulai muncul, seperti munculnya berbagai informasi ttg kerasulullah-an, yg kemudian dijuduli Al Hadits (bari kemudian terkodifikasi/dibukukan sekitar 120H. Itulah salah satu gelindingan ilmu setelah Al Quran. Kita tidak akan mampu berapa banyaknya penambahan informasi selain Al Quran.Dari derivasi sangat memungkinkan memunculkan deviasi. Ungkapan Sallallahu &#039;alayhi wasalam (SAW) tidak akan tercetus kalau Rasulullah itu masih hidup. Bila kita berpegang kepada Al Quran, munculnya shalawat berdasarkan QS33:56 (Artinya : Allah dan Para Malaikat (selalu, mengikuti bentuk kalimatdg kata keraja modhori&#039; atau continous tense) brshalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yg beriman, shalwatat-lah dan bertaslimlah kalian kpd-nya SAJA). Kenyataannya shalawat itu berubah menjadi: Kepada Muhammad (Rasul/Nabi Allah), ditambah kepada keluarganya (kelompk ahlul bayt)ditambah lagi para shahabatnya (kelompok sunniy). Inilah gelindingan-gelindingan yg pada awalnya tidak ada, namun inilah perkembangan dlm dunia agama manapun. Secara eimologis, dari kata shalla-yushalli, akan muncul kata benda SHALAT dan tashliyah. SHALAT dlm bentuk jamak (prural) adalah SHALAWAT. Kenyataannya shalat diartikan  shalat sebagaimana kita shalat(wajib ataupun sunnah) sedangkan shalawat adalah bacaan yg ditujukan kepada Rasulullah (plus SAW)yg kemudian akibat dari kemelut berlomba menjunjung tingga (Rasul Allah), orang Syi&#039;ah titip juga kata-kata Wa Ala aalihi, dan orang Sunni (kelompk pemerintah pd waktu itu)ikut nyantel wa shahbihi, dan berujung pada kita semua. Kalau mau, semestinya redaksi tashliah itu berbunyai: Salawat serta Salam sejahtera yg telah diperoleh Rasulullah (sehingga bergelar SAW) mudah-mudah akan tercurah juga kepada Keluarganya, para sahabatnya, juga kepada kita sekalian, Kan enak tuh. Nah itu salah satu deviasi dlm agama. Makanya bagi yg fanatis ber-Barjanzi-ria termasuk dermawan (tidak bakhil) kpd ungkapan SAW (Sallallahu &#039;Alyhi Wassalam) ruang lingkup ngajinya agar diperlebar, sehingga berwawasan lebih luas. Kita bahas dari kebahasaan dan makna tentang SHALAT &amp; SHALAWAT. Insya Allah kelak tidak akan menohok , menyalahkan orang lain atau bahkan menyatakan......(musyrik/Inkarussunah/murtad?).Setidaknya, tereliminir buruk sangka atau pengen menang sendiri. Yg ada saling menghargai.   Wass.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To : Laila, posted on 30August2010 @2:30 pm.<br />
Ass. Agama dg perkembangannya telah bergulir laksana gelindingan bola salju. Membesar dan membesar. Bila Al Quran sebagai panduan Rasulullah serta para sahabat pada zamannya, hanya berpegang kpd wahyu (pd waktu itu belum ada mush-haf), maka pada zaman berikutnya, tatanan agama bergulir terus seiring dgn kebutuhan. Dari situlah gelindingan mulai muncul, seperti munculnya berbagai informasi ttg kerasulullah-an, yg kemudian dijuduli Al Hadits (bari kemudian terkodifikasi/dibukukan sekitar 120H. Itulah salah satu gelindingan ilmu setelah Al Quran. Kita tidak akan mampu berapa banyaknya penambahan informasi selain Al Quran.Dari derivasi sangat memungkinkan memunculkan deviasi. Ungkapan Sallallahu &#8216;alayhi wasalam (SAW) tidak akan tercetus kalau Rasulullah itu masih hidup. Bila kita berpegang kepada Al Quran, munculnya shalawat berdasarkan QS33:56 (Artinya : Allah dan Para Malaikat (selalu, mengikuti bentuk kalimatdg kata keraja modhori&#8217; atau continous tense) brshalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yg beriman, shalwatat-lah dan bertaslimlah kalian kpd-nya SAJA). Kenyataannya shalawat itu berubah menjadi: Kepada Muhammad (Rasul/Nabi Allah), ditambah kepada keluarganya (kelompk ahlul bayt)ditambah lagi para shahabatnya (kelompok sunniy). Inilah gelindingan-gelindingan yg pada awalnya tidak ada, namun inilah perkembangan dlm dunia agama manapun. Secara eimologis, dari kata shalla-yushalli, akan muncul kata benda SHALAT dan tashliyah. SHALAT dlm bentuk jamak (prural) adalah SHALAWAT. Kenyataannya shalat diartikan  shalat sebagaimana kita shalat(wajib ataupun sunnah) sedangkan shalawat adalah bacaan yg ditujukan kepada Rasulullah (plus SAW)yg kemudian akibat dari kemelut berlomba menjunjung tingga (Rasul Allah), orang Syi&#8217;ah titip juga kata-kata Wa Ala aalihi, dan orang Sunni (kelompk pemerintah pd waktu itu)ikut nyantel wa shahbihi, dan berujung pada kita semua. Kalau mau, semestinya redaksi tashliah itu berbunyai: Salawat serta Salam sejahtera yg telah diperoleh Rasulullah (sehingga bergelar SAW) mudah-mudah akan tercurah juga kepada Keluarganya, para sahabatnya, juga kepada kita sekalian, Kan enak tuh. Nah itu salah satu deviasi dlm agama. Makanya bagi yg fanatis ber-Barjanzi-ria termasuk dermawan (tidak bakhil) kpd ungkapan SAW (Sallallahu &#8216;Alyhi Wassalam) ruang lingkup ngajinya agar diperlebar, sehingga berwawasan lebih luas. Kita bahas dari kebahasaan dan makna tentang SHALAT &amp; SHALAWAT. Insya Allah kelak tidak akan menohok , menyalahkan orang lain atau bahkan menyatakan&#8230;&#8230;(musyrik/Inkarussunah/murtad?).Setidaknya, tereliminir buruk sangka atau pengen menang sendiri. Yg ada saling menghargai.   Wass.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Laila</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-759</link>
		<dc:creator>Laila</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 07:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-759</guid>
		<description>Sangat bakhil org yg mndngar nabi Muhammad Shollallohu&#039;alaihi wa sallaam tpi tdak brsholawat pdanya..
Ga da ruginya qta mengamalkan mawlid al barzanji,,
toh isinya tntang sejarah dan khdupan junjungan kita Nabi Muhammad shollallohu&#039;alaihi wa sallam..kitab ni menggambarkan beliau baginda Rosul dgn indahnya..dan jgan prnah bndingkan Al Qur&#039;an dgn mawlid Al Barzanji,krna memang brbda,,Al Qur&#039;an adlah Kalamulloh,ktinggian bhasa&amp;sastranya tdk da yg menandingi..
Sdangkan Mawlid Al Barzanji adlah karangan manusia yg mengagumi baginda Rosululloh..
Dan sngat tdak manusiawi,jika da yg mengatakan musyrik jika mengangumi bginda Rosulullah..
Dan apabila anda mnyatakan se2org musyrik,tpi pda knyataannya tdak,maka andalah yg musyrik..
Wallohua&#039;lam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat bakhil org yg mndngar nabi Muhammad Shollallohu&#8217;alaihi wa sallaam tpi tdak brsholawat pdanya..<br />
Ga da ruginya qta mengamalkan mawlid al barzanji,,<br />
toh isinya tntang sejarah dan khdupan junjungan kita Nabi Muhammad shollallohu&#8217;alaihi wa sallam..kitab ni menggambarkan beliau baginda Rosul dgn indahnya..dan jgan prnah bndingkan Al Qur&#8217;an dgn mawlid Al Barzanji,krna memang brbda,,Al Qur&#8217;an adlah Kalamulloh,ktinggian bhasa&amp;sastranya tdk da yg menandingi..<br />
Sdangkan Mawlid Al Barzanji adlah karangan manusia yg mengagumi baginda Rosululloh..<br />
Dan sngat tdak manusiawi,jika da yg mengatakan musyrik jika mengangumi bginda Rosulullah..<br />
Dan apabila anda mnyatakan se2org musyrik,tpi pda knyataannya tdak,maka andalah yg musyrik..<br />
Wallohua&#8217;lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mustafa Adnani</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-733</link>
		<dc:creator>mustafa Adnani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 05:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-733</guid>
		<description>Pro dan contra terhadap tokoh, apakah dari sisi pribadinya, gagasannya atau hasil karyanya, sudah biasa terjadi dari zaman ke zaman. Yang perlu kita lebih dekati lagi, dari sekian tokoh yang kita senangi atau kita tidak senangi, pernahkan kita memahami/mengkaji hasil karyanya. Ane lihat komentar-komentar di atas, tidak berangkat dari pengkajian kitab Berzanjinya sendiri. Yang pro atau yang simpati akan tetap mempertahankannya.Itulah cinta buta, alias berkacamata kuda. Ana kasi contoh, setiap bab dalam kitab (Al Barzanji Natsar) selalu dipisahkan dengan do&#039;a bersama: &#039;Ath-thirllahumma qabrahul karimm, bi &#039;arfin sydziyim minashalaati watasliim, artinya: Ya Allah, harumkanlah kuburannya (Rasulullah) yang mulia, dengan bau harum dari shalawat dan kesejahteraannya. Atau (di antaranya) sebaris sajak:Wa raawadathu jibaalu, bi antakuuna dzahaban fa-abaahu, artinya:Gunung-gunung menawarkan diri untuk menjadi emas (bagi beliau) namun beliau menolak. Demikianlah bahasa sastra yang melukiskan kemuliaannya, sehingga terkesan memaksakan sasatranya lebih unggul dari bahasa sastra Al Quran, atau nilai-nilai mistis seperti: mengharumkan kubur. Harumnya nama Rasulullah bukan dari kuburannya yang wangi.
Sebelum sampai ke Al Berzanji, Al Quranlah harus dikuasai terlebih dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pro dan contra terhadap tokoh, apakah dari sisi pribadinya, gagasannya atau hasil karyanya, sudah biasa terjadi dari zaman ke zaman. Yang perlu kita lebih dekati lagi, dari sekian tokoh yang kita senangi atau kita tidak senangi, pernahkan kita memahami/mengkaji hasil karyanya. Ane lihat komentar-komentar di atas, tidak berangkat dari pengkajian kitab Berzanjinya sendiri. Yang pro atau yang simpati akan tetap mempertahankannya.Itulah cinta buta, alias berkacamata kuda. Ana kasi contoh, setiap bab dalam kitab (Al Barzanji Natsar) selalu dipisahkan dengan do&#8217;a bersama: &#8216;Ath-thirllahumma qabrahul karimm, bi &#8216;arfin sydziyim minashalaati watasliim, artinya: Ya Allah, harumkanlah kuburannya (Rasulullah) yang mulia, dengan bau harum dari shalawat dan kesejahteraannya. Atau (di antaranya) sebaris sajak:Wa raawadathu jibaalu, bi antakuuna dzahaban fa-abaahu, artinya:Gunung-gunung menawarkan diri untuk menjadi emas (bagi beliau) namun beliau menolak. Demikianlah bahasa sastra yang melukiskan kemuliaannya, sehingga terkesan memaksakan sasatranya lebih unggul dari bahasa sastra Al Quran, atau nilai-nilai mistis seperti: mengharumkan kubur. Harumnya nama Rasulullah bukan dari kuburannya yang wangi.<br />
Sebelum sampai ke Al Berzanji, Al Quranlah harus dikuasai terlebih dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fuad</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-595</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 09:34:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-595</guid>
		<description>pelopor kemusyrikan?.., kemusyrikan yang gmana mas....? orang musyrik yang do&#039;anya d kabul allah ada gak yah?, kayak nya gak ada, imam al-barzanji adalah ulama besar, tega, anda mengkafirkannya, ati2 loh kemusyrikan nya blik lg..., astaghfirullah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pelopor kemusyrikan?.., kemusyrikan yang gmana mas&#8230;.? orang musyrik yang do&#8217;anya d kabul allah ada gak yah?, kayak nya gak ada, imam al-barzanji adalah ulama besar, tega, anda mengkafirkannya, ati2 loh kemusyrikan nya blik lg&#8230;, astaghfirullah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alba</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-518</link>
		<dc:creator>alba</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-518</guid>
		<description>amppunilah segala dosa ummat nabiulloh muhammad saw yang membaca bait-bait maulid assyeikh ja&#039;far albarzanji dan semoga alloh meridhoi sang pengarang bait syair dan doa maulid albarzanji.
aminnn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>amppunilah segala dosa ummat nabiulloh muhammad saw yang membaca bait-bait maulid assyeikh ja&#8217;far albarzanji dan semoga alloh meridhoi sang pengarang bait syair dan doa maulid albarzanji.<br />
aminnn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nunuh</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-264</link>
		<dc:creator>nunuh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 16:07:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-264</guid>
		<description>Ya Allah mudah2an kami yang ada di akhir zaman ini diberi pengetahuan keilmuan keagamaan seperti mereka sehingga kami bisa mencapai puncak dari puncaknya ibadah..
Jauhkan perasaan jelek kami kepada mereka, kami sadar keilmuan kami jauh daripada mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah mudah2an kami yang ada di akhir zaman ini diberi pengetahuan keilmuan keagamaan seperti mereka sehingga kami bisa mencapai puncak dari puncaknya ibadah..<br />
Jauhkan perasaan jelek kami kepada mereka, kami sadar keilmuan kami jauh daripada mereka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nul eureus ka DUA</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-82</link>
		<dc:creator>nul eureus ka DUA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 15:52:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-82</guid>
		<description>tuh pelopor kasyirikan oge,dipuji-puji,teuing kumaha fikiran jalma2teh bingung ah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuh pelopor kasyirikan oge,dipuji-puji,teuing kumaha fikiran jalma2teh bingung ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Y Sugiarto</title>
		<link>http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html/comment-page-1#comment-67</link>
		<dc:creator>Y Sugiarto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 16:12:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kisah.web.id/2007/06/23/sayyid-jafar-al-barzanji-mufti-madinah-1126-1184-h.html#comment-67</guid>
		<description>Sungguh luar biasa beliau &quot; Ya Allah ampunkan pengarang jalinan mawlid indah nyata
Sayyidina Ja’far kepada Barzanj ternisbah dirinya
Kejayaan berdamping denganMu hasilkan baginya
Juga kabul segala harapan dan cita-cita
Jadikanlah dia bersama muqarrabin berkediaman dalam syurga
Tutupkan segala keaiban dan kelemahannya
Segala kekurangan dan kekeliruannya
Seumpamanya Ya Allah harap dikurnia juga
Bagi penulis, pembaca serta pendengarnya&quot; 
A m i n ya Alooh A m i n .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh luar biasa beliau &#8221; Ya Allah ampunkan pengarang jalinan mawlid indah nyata<br />
Sayyidina Ja’far kepada Barzanj ternisbah dirinya<br />
Kejayaan berdamping denganMu hasilkan baginya<br />
Juga kabul segala harapan dan cita-cita<br />
Jadikanlah dia bersama muqarrabin berkediaman dalam syurga<br />
Tutupkan segala keaiban dan kelemahannya<br />
Segala kekurangan dan kekeliruannya<br />
Seumpamanya Ya Allah harap dikurnia juga<br />
Bagi penulis, pembaca serta pendengarnya&#8221;<br />
A m i n ya Alooh A m i n .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

