Shaykh ‘Abdul-’Azeez Ibn ‘Abdullaah Aal ash-Shaykh

He is the noble Shaykh 'Abdul-'Azeez Ibn 'Abdullaah Ibn Muhammad Ibn 'Abdul-Lateef Aal ash-Shaykh. He was born in Riyadh in 1362 A.H./1941 C.E., and since his birth he suffered from weak eyesight, until he lost his sight altogether in 1381 A.H./1960 C.E.
Post on 19th of April 2014Keep Reading...

14. Badai Kegelisahan

Tiga hari berturut-turut aku shalat istikharah. Yang terbayang adalah wajah ibu yang semakin menua. Sudah tujuh tahun lebih aku tidak berjumpa dengannya. Oh ibu, jika engkau adalah matahari, aku tak ingin datang malam hari. Jika engkau adalah embun, aku ingin selalu pagi hari. Ibu, durhakalah aku, ...
Post on 7th of April 2014Keep Reading...

Shaykh ‘Abdullaah Ibn ‘Abdur-Rahmaan Abaa Butayn

He was the Imaam, the Scholar, the Jurist, Shaykh 'Abdullaah Ibn 'Abdur-Rahmaan Ibn 'Abdul-'Azeez Ibn 'Abdur-Rahmaan Ibn 'Abdullaah Ibn Sultaan Ibn Khamees. Like his predecessors, he assumed a kunyah, Abaa Butayn. He was born in the city of Rowdhah, in the region of Sudeer, in the month of Dhul-Qa'dah 1194 A.H./1773 C.E. He was brought up ...
Post on 30th of March 2014Keep Reading...

Shaykh ‘Abdullaah Ibn Sulaymaan Ibn Muhammad Ibn Munee’

Descending from the tribe of Banee Zayd, he was born in Shaqraa., which is the capital of the region of al-Washm on 15th of Sha'baan 1349 A.H./1928 C.E. He graduated from his preliminary studies from Madrasah Shaqraa. In 1365 A.H./1944 C.E. He then graduated from the University of Imaam Muhammad Ibn Sa'ood in 1377 A.H./1956 C.E. He ...
Post on 27th of March 2014Keep Reading...

Keberhasilan Terhebat

Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, "Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?" "Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya," kata Nasruddin. "Apa itu?" "Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya."
Post on 18th of March 2014Keep Reading...

Teori Kebutuhan

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, "Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..." Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan." Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. ...
Post on 2nd of March 2014Keep Reading...

Sama Rata Sama Rasa

Seorang filosof menyampaikan pendapat, "Segala sesuatu harus dibagi sama rata." "Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan," kata seorang pendengar yang skeptik. "Tapi pernahkah engkau mencobanya ?" balas sang filosof. "Aku pernah," sahut Nasrudin, "Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan." "Bagus sekali," kata sang filosof, "Dan bagaimana hasilnya ?" "Hasilnya ? Seekor ...
Post on 20th of February 2014Keep Reading...

Perusuh Rakyat

Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah. "Menjauhlah engkau, hai mullah!" teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya] "Mengapa ?" tanya Nasrudin. "Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan ...
Post on 19th of February 2014Keep Reading...

Jatuhnya Jubah

Nasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. "Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !" katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti. Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu, "Ada apa ...
Post on 14th of February 2014Keep Reading...

Relativitas Keju

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira, "Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya. "Alhamdulillah," puji Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut." Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga. "Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin. "Tidak ada lagi," kata istrinya. Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula ...
Post on 11th of February 2014Keep Reading...

Satu-Satunya Baju

Nasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh, "Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan." Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. Maka datanglah ...
Post on 5th of February 2014Keep Reading...

Manipulasi Deskripsi

Nasrudin kehilangan sorban barunya yang bagus dan mahal. Tidak lama kemudian, Nasrudin tampak menyusun maklumat yang menawarkan setengah keping uang perak bagi yang menemukan dan mengembalikan sorbannya. Seseorang protes, "Tapi penemunya tentu tidak akan mengembalikan sorbanmu. Hadiahnya tidak sebanding dengan harga sorban itu." "Nah," kata Nasrudin, "Kalau begitu aku tambahkan bahwa sorban itu sudah tua, kotor, dan ...
Post on 1st of February 2014Keep Reading...

Terburu-buru

Keledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan. Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia. Kuda itu lari lebih kencang lagi. Beberapa teman Nasrudin sedang bekerja di ladang ketika melihat Nasrudin melaju ...
Post on 15th of January 2014Keep Reading...

Bahasa Kurdi

Tetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia. "Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash." "Bagaimana dengan sop dingin ?" "Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan sop jadi dingin. ...
Post on 14th of January 2014Keep Reading...
Next