Asma Binti Asad Al-Furat

Beliau adalah Asmâ` binti Asad bin al-Furât al-Qayrawâniyyah…putri seorang ulama dan Qadli dari benua Afrika serta shahabat bagi dua orang Imam, yaitu Abu Yusuf dan Malik bin Anas. Beliau tumbuh di bawah penggamblengan ayahnya sendiri dan merupakan putri satu-satunya. Ternyata, sang ayah dapat mendidiknya dengan baik dan mengasah otaknya dengan ilmu dan hikmah. Beliau selalu menghadiri ...
Post on 16th of September 2014Keep Reading...

Teori Kebutuhan

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, "Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..." Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan." Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. ...
Post on 12th of September 2014Keep Reading...

Shaykh Dr. Rabee’ Ibn Haadee ‘Umayr al-Madkhalee

He is the Noble Shaykh, the Scholar of Hadeeth Rabee' Ibn Haadee 'Umayr al-Madkhalee. He comes from the well-known tribe of al-Madaakhalah from the province of Jaazaan to the south of Saudi Arabia. It is one of the tribes of Banee Shabeel, and Shabeel was the son of Yashjub Ibn Qahtaan.
Post on 10th of September 2014Keep Reading...

Relativitas Keju

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira, "Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya. "Alhamdulillah," puji Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut." Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga. "Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin. "Tidak ada lagi," kata istrinya. Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula ...
Post on 28th of August 2014Keep Reading...

Perusuh Rakyat

Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah. "Menjauhlah engkau, hai mullah!" teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya] "Mengapa ?" tanya Nasrudin. "Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan ...
Post on 28th of August 2014Keep Reading...

Satu-Satunya Baju

Nasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh, "Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan." Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. Maka datanglah ...
Post on 27th of August 2014Keep Reading...

Harga Timur Lenk di Dunia

Timur Lenk masih meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya. "Nasrudin! Kalau setiap benda yang ada di dunia ini ada harganya, berapakah hargaku ?" Kali ini Nasrudin menjawab sekenanya, tanpa banyak berpikir. "Saya taksir, sekitar 100 dinar saja" Timur Lenk membentak Nasrudin, "Keterlaluan! Apa kau tahu bahwa ikat pinggangku saja harganya sudah 100 dinar." "Tepat sekali," kata Nasrudin. "Memang yang saya ...
Post on 29th of July 2014Keep Reading...

Bahasa Kurdi

Tetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia. "Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash." "Bagaimana dengan sop dingin ?" "Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan sop jadi dingin. ...
Post on 21st of July 2014Keep Reading...

Gossip

A man said to Nasrudin, 'Mulla, your wife is a terrible gossip. She visits everyone in town and gossips all the time.' 'I don't believe that -- otherwise she would surely have dropped in on me from time to time and gossiped -- and she has never done that!'
Post on 6th of July 2014Keep Reading...

Pelayan Raja

Nasrudin menjadi orang penting di istana, dan bersibuk mengatur urusan di dalam istana. Suatu hari raja merasa lapar. Beberapa koki menyajikan hidangan yang enak sekali. "Tidakkah ini sayuran terbaik di dunia, Mullah ?" tanya raja kepada Nasrudin. "Teramat baik, Tuanku." Maka raja meminta dimasakkan sayuran itu setiap saat. Lima hari kemudian, ketika koki untuk yang kesepuluh kali memasak ...
Post on 14th of June 2014Keep Reading...

Psychology

Mulla Nasrudin went to see a psychiatrist. He said: 'My trouble is that I can't remember anything.' 'When did this start?' asked the doctor. 'When did what start?' said Nasrudin.
Post on 5th of June 2014Keep Reading...

Gelar Timur Lenk

Timur Lenk mulai mempercayai Nasrudin, dan kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya. "Nasrudin," katanya suatu hari, "Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil 'Alallah, Al-Mu'tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku ?" Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, Nasrudin menemukan ...
Post on 4th of June 2014Keep Reading...

Shaykh ‘Abdullaah Ibn ‘Abdur-Rahmaan Aal Ghudayyaan

He was born in 1345 A.H./1934 C.E. in the city of az-Zulfee. He studied the basics of reading and writing, when young, with 'Abdullaah Ibn 'Abdul-'Azeez as-Suhaymee, and 'Abdullaah Ibn 'Abdur-Rahmaan al-Ghayth, and Faalih ar-Roomee. He also studied the basics of fiqh, tawheed, Arabic grammar and faraa.id with Hamdaan Ibn Ahmad al-Baatil. He then travelled to ...
Post on 31st of May 2014Keep Reading...

Bahasa Burung

Dalam pengembaraannya, Nasrudin singgah di ibukota. Di sana langsung timbul kabar burung bahwa Nasrudin telah menguasai bahasa burung-burung. Raja sendiri akhirnya mendengar kabar itu. Maka dipanggillah Nasrudin ke istana. Saat itu kebetulan ada seekor burung hantu yang sering berteriak di dekat istana. Bertanyalah raja pada Nasrudin, "Coba katakan, apa yang diucapkan burung hantu itu!" "Ia mengatakan," kata ...
Post on 29th of May 2014Keep Reading...
Next